Tuesday, January 15, 2008

Dinner & Karaoke -> Family Gathering? - 14 Jan 2008

Hehe, dear JC, hari ini saya diajakin dinner n karaoke ama Wolfie n koko n dedenya.

Tadinya mama saya juga diajak, tapi kayanya mama saya ga cocok juga sih ama suasananya (suasana anak muda) dan ga gitu minat juga, jadi akhirnya saya aja yang diajak. Lagian emang mama saya juga ga keberatan kalo ga diikutsertakan karena dia juga ada perlu. Cuma...harus OT neeehh... Ya udah, akhirnya ga jadi.. kapan-kapan deh.

Sebenernya bagus juga sy ga ikut. Hari ini yang ikutan cuma Wolfie, 2 kokonya n 1 dedenya. Jadi bisa dibilang kalo ini acara keluarga. Emang sih, saya sudah 'dianggap keluarga', cuma...saat-saat seperti itu emang ga boleh diganggu :)

Saturday, January 12, 2008

Sy Roger - 12 Jan 2008

Hari ini ketemuan ama dede Wolfie yang paling kecil, cewe, kuliah di Jakarta ambil jurusan Bahasa Mandarin.

Hari ini di rumah Wolfie lagi sibuk karena ACnya mo dibetulin semua. Rencananya mo ke PP bareng n mo ngomongin buku. Cuma semuanya ga jadi karena Wolfienya sakit... Tapi dia janji, kalau dia bakal jaga diri n minum vit C tiap hari.

PPnya pemutaran film, tapi ga dari awal sih. Film tentang khotbah Sy Roger. Dia pendeta yang dulunya jatuh dalam dosa homoseksual. Di 3 detik awal pemutaran film, Bebert udah ketawa... Dia bilang kalau si Sy Roger emang kelihatan gay. Kaya cewe... Hebat Bebert, padahal baru 3 detik pertama lhoo!! (udah pengalaman yah Bert? hihihi...)

Kalau dilihat dari fotonya, ga kelihatan kaya cewe sih... Tapi kalau dia lagi bicara, bahasa tubuhnya itu agak-agak...gimanaaa gituh. Pokonya, kelihatan deh dia agak ke'cewe-cewe'-an



Sy mulai bercerita asal mulanya dia jadi homoseksual. Dimulai ketika dia berusia 3 tahun, dia mengalami pelecehan seksual. Bayangin, baru umur 3 tahun lho!!

Kemudian di usia 5 tahun, mamanya meninggal karena kecelakaan. Papanya menitipkan dia ke saudaranya. Tapi, karena waktu itu Sy masih kecil, dia kira papanya menelantarkan dia. Padahal sebenarnya papanya peduli ama Sy, dia hanya mau supaya Sy bahagia. Dia ga mau Sy tinggal ama dia yang sedang depresi karena kehilangan istri tercintanya.

Waktu Sy umur 11 tahun, papanya menikah lagi. Dia tinggal dengan papa dan mama tirinya. Semuanya kelihatan ok ok aja dari luar. Sy aktif di gereja, sekolah dan bahkan dia juga ikut dalam tim football. Tapi pelecehan seksual yang dia alami waktu kecil masih membekas di ingatannya yang pada akhirnya membuat dia failed to feel "man enough."

Ketika Sy ikut dalam program pertukaran mahasiswa ke Brazil, dia melihat kalau di Brazil orang-orangnya lebih terbuka menghadapi homoseksualitas. Dan akhirnya dia berkata pada dirinya, "I'm attracted to other guys, and everyone else seems so certain that I'm gay. So I guess that's what I really am."

Disini bisa kelihatan kalau ternyata lingkungan juga mempengaruhi pembentukan identitas seseorang. Makanya, jangan suka mengolok-olok atau menghina orang. Sedikit banyak ucapan kita itu juga membentuk mereka.

Sy kemudian pergi untuk memenuhi wajib militernya. Dia ditempatkan di Hawaii. Disana banyak juga pasangan yang gay. Sesudah dia selesai memenuhi wajib militernya, dia kembali ke US. Dia mendapat surat dari satu pasangan gay yang sudah menikah. Mereka bilang kalau mereka udah meninggalkan kehidupan homoseksual mereka dan mereka mengajak Sy untuk baca Alkitab. Waktu mengetahui hal itu, Sy merasa marah dan kecewa.

Sy kemudian melanjutkan kuliah. Tapi teman-teman kuliahnya ga memperlakukan dia dengan baik. Beberapa temannya yang adalah orang Kristen berusaha menjangkau Sy. Tapi mereka err.....ga melakukan pendekatan yang baik laa... Mereka bilang, "Sy, kamu tau'kan kalo homoseksualitas itu dosa?", dsbnya.... Yang pastinya sih setelah mendengar mereka bicara, Sy bukannya insaf, malah sebal.

Ya iya la... Dia jadi merasa dihina. Menurut saya, JALAN PALING BURUK DALAM MENJANGKAU SESEORANG ADALAH DENGAN MENGHINA KEPERCAYAAN YANG MEREKA PEGANG. Mereka bakal merasa tersinggung banget dan mulai berpikir, "Ih, emangnya Orang Kristen aja yang paling benar? Sombong banget! Gua ga mau jadi Orang Kristen. Munafik!" dsbnya.......

Anyway...Sy merasa tersiksa dengan penolakan teman-temannya, dan dia berhenti kuliah setelah menjalani 2 semester yang sangat menyiksa dia....

Sy akhirnya pergi ke therapist yang mendiagnosa dia sebagai transeksual yang siap untuk menjalani operasi ganti kelamin. Dia tentunya minta 2nd opinion, yang juga menyarankan dia untuk operasi di John Hopkins Hospital in Baltimore, MD - sebuah rumah sakit yang terkenal dalam hal operasi ganti kelamin pada masa itu. Tapi mereka ga bisa sembarang operasi. Sy harus menjalani 2 tahun masa percobaan hidup sebagai wanita. Dan Sy pun ok with it, tapi ortunya ga setuju. Mereka bilang, kalau Sy mau hidup dengan penampilan kaya wanita begitu, lebih baik out dari rumah. Dan....Sy out dari rumah loooo....

Sy menjalani hidup sebagai wanita selama satu setengah tahun. Dari luar, penampilan dia kaya cewe. Di juga terkenal di kalangan para gay, tapi dia ga happy. Dia sadar kalau operasi ganti kelamin ini ga menyelesaikan masalah. Operasi itu bisa merubah dia dari luar, tapi ga dari dalam.

Sampai satu malam, Sy teringat lagu "Jesus Loves Me" yang suka dinyanyiin di Sunday School. Disana dia mulai merenung. Apakah Tuhan Yesus masih mau menerima dia yang sudah jatuh dalam dosa homoseksual ini? Akhirnya Sy berlutut dan berdoa. "God, please show me what to do. I'm so confused. If You don't want me to pursue this sex change, then show me. I'll do what You want."

3 hari kemudian Sy mendengar di berita kalau John Hopkins udah ga mau melayani operasi ganti kelamin lagi!

Tapi Sy masih bingung. Kalau Tuhan ga mau dia jadi wanita, pastinya Dia mau Sy jadi pria. Tapi Sy merasa ga mampu... Dia kemudian mulai pelan-pelan merubah dirinya kembali jadi pria. Dia udah ga minum obat hormon wanita dan membuang gaun-gaunnya n mulai beli baju cowo.

Satu malam, Sy merasa sesak nafas. Dia kemudian memohon pada Tuhan, "Please don't take me like this! Let me live to know You first".... Sesak nafasnya pelan-pelan hilang... Disana dia menyadari kebutuhannya akan pemulihan hubungannya dengan Tuhan. Tapi bagaimana? Dia membuka Alkitab, tahu bahwa ia akan menemukan jawabannya disana:

18 Come now, let us reason together, says the LORD. Though your sins are like scarlet, they shall be as white as snow; though they are red as crimson, they shall be like wool.

19 If you are willing and obedient, you will eat the best from the land;

20 but if you resist and rebel, you will be devoured by the sword. For the mouth of the LORD has spoken.
- (Isaiah 1:18-20)

Sesudah membaca ini, Sy mengaku dosa di hadapan Tuhan dan berdoa, "God, I cannot change what I am, but I'm willing to be changed. I know You have the power. Make me the man You want me to be!"

Sy pun bertekad untuk berubah. Tapi perubahan itu ga mudah. Seperti yang dikatakan Sy, "There were some rough times following my conversion. Seeking to establish myself in fellowship, I found that some people had a hard time relating to me. Though I dressed in men's clothing and had short hair, the residual effeminate mannerisms, high voice, and all the results of female hormones caused many people to mistake me for a girl. At first I was crushed with humiliation, but I was determined to live for God."

Tapi semua itu adalah proses, karena Tuhan ga mau mengubah Sy dalam sekejap. Dia mampu, tapi Dia ga mau. Dia ingin Sy belajar melalui proses perubahan itu. Sy bilang, "Perhaps my greatest discovery at this time was that I didn't have to "pretend" to be free and straight, and I didn't have to fight my weaknesses by myself. I could be honest and cry out, "I am weak - help me, Lord!" By His grace I withstood those difficult months of transition".

Tahun 1980, Sy bergabung dengan 1 gereja yang mau menerima dia apa adanya. Dia disambut dengan hangat, dan disana dia bertumbuh. Dia bertemu dengan Karen yang merupakan rekan sepelayanannya. Lama kelamaan Sy jatuh cinta dengan Karen dan akhirnya mereka menikah dan memiliki anak.

Bukan itu saja, Sy pun akhirnya membaptis ayahnya!! Dan itu merupakan hari yang paling menggembirakan bagi dia...

Semua cerita Sy yang lengkap bisa dilihat di http://www.stonewallrevisited.com/pages/sy_r.html

Beberapa bagian di posting ini mungkin ga ada di web-nya karena saya tambah dari apa yang saya dapat di filmnya dan juga beberapa komentar saya :P

Cerita Sy ditutup dengan 1 bagian yang indah:

"One evening while I was preparing for bed, the Lord spoke to my heart saying,

"Look in the mirror - tell Me what you see."

I looked for a moment and said, "I see a new creation!"

He said, "Yes, but look again."
So I did, and then said, "I see a child of the King - a servant of Jesus - and beauty from the ashes of my old life."


Yet I knew these weren't the answers He was looking for. What was the Lord trying to show me?
I looked at in the mirror again.
"What do you see, My son?"
At last I understood. "I see that the man, the man in the mirror - is me."


Wiiih..........God is sooooo amazingg!!! Sayang Wolfie ga ikut nonton :'(. Padahal khotbahnya ok lhoo.....................

Friday, January 11, 2008

First Test - 11 Jan 2008

Hari ini ada OT ampe jam 9pm huhuhu....... :'~~~~(

Saya dah bilang ke Wopie, ga usah ketemuan deh, eee... dia ngotot. Dia bilang kalo kita udah komitmen mo sediain waktu tiap Jumat untuk ketemuan, dan ini baru awal hubungan kita. Ga boleh sampai ga ketemu, harus dibela-belain karena kita udah komitmen.

Dia tiap Jumat kuliah dari pagi ampe sore.. sampe jam 4pm'lah dan katanya dia ada PA jam 6an terus dia bakal ke Yew Tee jemput saya.

At first saya pikir ok ok aja, I mean...saya dah bilang ke si site assistant kalo saya cuma bisa ampe jam 9pm dan dia ok with it. Jadi tadinya saya pikir bakalan efektif ngerjain kerjaan dari jam 4pm atau 5pm'lah sampe jam 9pm, terus ketemu Wopie di MRT Sembawang since si site assistantnya mo nganterin pulang.

Eee......kok ampe jam 5.30pm si site assistantnya belum nongol-nongol. Saya telepon, dia bilang dia bakalan datang. So...semua colleague pada balik n sy masih nungguin si site assistant.

Nunggu.....nunggu....nunggu ampe kering...... -_-!. Ampe jam 6.30pm, dia telepon, dia tanya mo dinner apa ntar dia beliin, kalo double cheese burger Big Mac ok ga? Honestly....saya sih ga suka roti dan makanan apa pun yang mengandung roti such as pizza, hotdog, and also burger. Tapi berhubung ini ditraktir, moso saya ngomong, 'Eh, g ga suka burger', wah... ga sopan banget, jadi saya bilang ke dia, 'terserah kamu deh'.

Saya kira dia udah deket, saya tunggu ampe jam 7pm, semua orang dah balik, dan tinggal tukang bersih-bersih yang stay untuk ngebersihin kantor. Saya tunggu...tungguu...dan tunggguuuu.........


And here I am, still waiting sambil bikin blog!! Ya ampun, nungguin dia udah jadi 3 post ck ck ck... Sisi bagusnya sih ya saya jadi produktif hihihi, jarang-jarang bisa bikin 1 post eee ini malah bisa selesain 3 post sekaligus! TAPI... sisi buruknya adalah.. Wolfie dah nungguin saya dari tadi. Dia dah dari jam 7.30pm dah ada di Sembawang, dinner. Dan si site assistant baru datang! Saya bilang ke dia kalo saya cuma bisa ampe jam 9pm, dia bilang gapapa.... Dan, Wolfie mo nunggu saya di National Library sambil bobo dulu.

Saya saranin dia ke Children Section, ada pojok yang cocok buat bobo hihihi... Dia ok ok aja sih, cuma saya kuatir.. poor Wolfie...

Saya kerjain kerjaan saya dengan buru-buru, tapi hati saya udah ga disana... Saya liat jam udah jam 8.30an. National Library seharusnya udah tutup by now. Saya telepon Wolfie, dan bner aja...dia lagi nunggu di food court. Dia tanya saya dimana. Saya bilang kalo saya masih di kantor, sendirian....belum jalan...

Jam 9.15pm saya call si site assistant, saya bilang kalo udah jam 9pm. Dia bilang ok, kerjaannya bisa diterusin senin sih, ya uda. Akhirnya kita pulang. Pertamakalinya saya OT ampe malam gini. Di luar udah gelap banget dan kantor juga udah sepi n gelap. Saya diantar pulang karena si site assistant tinggalnya di Yishun jadi bisa dibilang searah'lah.

Saya minta diantar ke Sembawang MRT. Di jalan dia cerita kalo dia sebenernya mo beresin semua hari ini cuma di site banyak masalah yang akhirnya bikin dia mo marah juga sih...soalnya dia jadi ga bisa beresin kerjaannya hari ini. Semua claim mo disubmit by Tuesday morning makanya dia buru-buru dan saya diminta bantuin. Saya bilang kalo Senin bakalan OT lagi donk, dia bilang kalo dia ga mo diburu-buru pas last minute. 'No use, 'katanya.

Dia tadinya mo nganterin ampe rumah, cuma saya insist supaya dia drop di Sembawang MRT, soalnya Wolfie nunggu disana. Ketemu Wolfie , semua rasa cape dan sakit kepala itu seakan hilang. Kita ngobrol-ngobrol bentar.

Hari ini dia belajar subject 'Building Strong Family'. Mata kuliah ini 3 sks. Tujuannya ya udah jelas'lah, tentang gimana bisa membangun a strong family. Kita ngobrol-ngobrol, dan dia ambil buku pelajarannya. Dia bilang kalo pelajaran ini kaya katekisasi pranikah n kalo uda lulus mata kuliah ini ya berarti udah siap nikah haha. Dia 'review' pelajaran hari ini n suruh saya dengerin haha.

Dia balik rumah jam 12pm. Jam 12.15pm dia call to say goodnight. Dia bilang, dari kampus ada direct bus ampe Yishun. Dan dalam keadaaan cape, dia malah ga dapat tempat duduk jadi harus berdiri ampe setengah perjalanan. Begitu duduk dia tidur.

Saya bisa merasakan bagaimana capenya dia. Kuliah dari jam 8am terussss sampe jam 4pm, istirahat bentar (tidur di library sekola kali...) dilanjutin ke persekutuan jam 6pm, selesai dari sana naek bus ...berdiri mungkin lebih dari setengah jam. Pulang dari rumah saya makan waktu 1 jam perjalanan ke rumah dia. Pulang-pulang udah ga ada tenaga buat ngapa-ngapain, langsung siap-siap bobo. Dia bilang, selama di jalan dia mikir...ngapain dia jauh-jauh buat ketemuan. Dia udah cape...tapi kangen pengen ketemu...makanya dia bela-belain.

Thanks Wolfie for loving me like this. Thank You JC, for giving me such a man to be my boyfriend, my bestfriend, and my soulmate...